Sabtu, 15 Januari 2011

Jawabnyan Bulan (jilid I: aungan srigala)

1

Tak seperti malam-malam sebelumnya. Pemuda itu, ada yang berbeda darinya. Perubahan yang tak masuk akal.Perubahan yang tak dapat dihindarinya.

Dia kaku, dan sedikit bergetar. Matanya tajam menatap rembulan. Hanya pada satu titik, bulan. Entah apa yang merasukinya. Tubuhnya mengejang, sangat kejang. Bulu-bulu tumbuh di sekujur tubuh. Kuku-kukunya memanjang terasah dan rahangnya melonjor kokoh. Buas..

Pandangannya tak lepas pada titik itu. Dia bahkan tak menyadiri bahwa fisiknya adalah manusia serigala, hingga ia mengaung. Dan untuk pertama kali ia berkelip. "Kenapa ini?" dia bergumam. Sekali lagi ia mengaum dasyat. Bahkan ular dan harimau tak berani mendekat. Dia menyeringai.

Tap..Tap..tap.. Dia berlari kencang menerobos hutan. Dia mencakar pohon-pohon yang hanya diam melihatnya. Burung-burung tak peduli, jangkrik-jangkrik bersembunyi. Seketika delik-delik pun tumbang bersamaan kalori terakhirnya. Rubuh tak tertopang dengan mata merapat.

----------------------------------------------------------------------------

2

cercahan surya mematuki matanya. Dia ragu membuka mata. Dia bangkit dengan tidak sempurna karena menahan rasa sakit di sekujur tubuh. Samar samar ingatannya, kecuali bulan yang ditatapnya semalam. Dia melangkah goyah tanpa tujuan.

Langkah cepat menghampiri, seorang wanita datang dengan gusar. tertulis "helena/mekanik" di id card yang menggantung di saku bajunya. berusaha menyanggah tubuh pemuda itu. Helen menyeretnya seperti pemabuk yang dipaksa meninggalkan botol terakhirnya. Terus melangkah dengan langkah-langkah kecil. Tak ada komentar, pemuda itu menggeleng dari pertanyaan-pertanyaan Helen.

------------------------------------------------------------------------------

3

purnama beberapa kali melewati pucuk pohon. pemuda itu tetap seprti itu. pertanyaan kenapa pun terjawab.jawabnya, bulan. dia bermusuhan pada malam. keheningan malam adalah kegaduhan. sinar bulan penyebab gejolak. apa yang memantrainya?tak ada alasan untuk bertahan.


dia harus ke sana............


eric sadat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar